56 days in Pare-Kediri – Day 34: Nimatnya Pecel Punten yang Berisik

Mbenjing mriki malih ngiihh. Setelah surfing & blogwalking tentang makanan khas kota Kediri selain Tahu Takwa & Getuk Pisang, akhirnya aku sampai juga juga ditempat makan dengan pemandangan pesawahan dan ladang jagung. Pecel Punten khas Kediri, ketika datang ke tempat ini kita akan merasakan suasana yang sangat berisik. Berisik karena pelayan yang super zuper ramah dan selalu tampil ceria. Service excelence dan pecelnya yang luar biasa nikmat. Sebelumnya aku pernah membahas Pecel Madiun sebagai pecel ternikmat, walalupun aku bukan praktisi kuliner tapi kali ini aku nobatkan pecel ini sebagai pecel paling nikmat se-Indonesia. Seriously guys, you must come here!.

Pecel punten dimana sih?, terletak di Jalan Totot Kerot, Ketami, Pesantren, Kediri, Jawa Timur .Dari kota Kediri maupun kampung inggris Pare lebih dekat untuk mengunjungi tempat makan ini. Okay, karena aku sedang berada di Kampung Inggris, maka perjalanan dimulai dari sini ya. Dari kampung inggris, kita bisa menyewa motor menuju kawasan simpang lima gumul. Monumen simpang lima gumul itu Arc de Triomphe nya Indonesia, monumen megah-menakjubkan menjadi kebanggaan masyarakat kediri. Nah dari simpang lima gumul, ambil jalan ke arah pesantren. Sekitar 2 kilometer, kita sampai di Pecel Punten Kediri.

pecel punten - kediri
pecel punten – kediri

Tada!, here we are now!. Pecel Punten, tempat makan Pecel yang sangat nikmat, buka dari jam 7 pagi sampai 5 sore. Aku sangat beruntung karena tiba disini sebelum jam istirahat kantor & sekolah, kabarnya akan sangat ramai apabila kita tiba disini pas jam makan siang. Oh iya, banyak para artis yang sudah makan disini ini loh, termasuk pakar kuliner Bondan Winarno pernah mengunjungi tempat ini beberapa tahun lalu. Wiihhh… makin penasaran aja, se-spekta apa sih Pecel Punten ini?

Continue reading “56 days in Pare-Kediri – Day 34: Nimatnya Pecel Punten yang Berisik”

Madiun short trip – Pecel Madiun Jl.Diponegoro & Rawon Mbak Sut.

And the show begin. Let’s dazzle the audiences :D. Menurut kalian apakah naik kereta ekonomi itu menyenangkan?, depend on situation right?!. Hanya saja aku mendapatkan situasi yang kurang menyenangkan kali ini, semua gara-gara dia!. Dia adalah tipikal masteng (mas tengil) yang duduk di depanku selama perjalanan. Tolong dedek ya Allah, yang dedek harapkan adalah sosok Scarlet Johanson, bukan dia. Jadi aku harus sabar dengan tidak mlihat wajahnya dan menikmati “tu’ur paketrok”  (Sunda: lutut beradu)  😦

masteng

Si mbah bilang, jangan pernah melihat orang dari luarnya. Ternyata cara berbicara si masteng jawir itu sangat berbobot loh, aku mencuri dengar, sayup sayup menyimak argumen dia tentang brexit & kebangkitan paham komunis di Indonesia. Wiihhh..berath. Awalnya aku tidak merespon dia dengan tidak ramah, tapi karena aku tertarik dan ingin ‘nimbrung’, mau nggak mau mencoba berusaha mengakrabkan diri dengannya. Seriously guys!, si mas yang tidak teng lagi ternyata mahasiswa ITB loh, mungkin karena outlooknya aja yang campuran Nerd & Rebel sehingga pola pikirnya yang tajam & kritis tidak terlihat.

Suasana di kereta cukup nyaman terkecuali tu’ur paketrok ini. Oh iya, kali ini aku menjumpai mba-mba pramugari kereta yang unik. Uniknya ketika dia berkata menawarkan barang, selalu berakhiran –nyahh. “Silahkan, nasi gorengnyahh, nasi rendangnyahh, minumannyaahh, chitatonyahh”, biasa aja kali mba, gatel banget pengen nyinyir si mba itu :D. Perjalanan ke Madiun alhamdulillah lancar on schedule, berangkat dari bandung 16:50 sampai Madiun 04:05. Akupun berpamitan dengan orang-orang yang duduk di sekelilingku (termasuk masteng itu), pelajaran berharga yang aku dapatkan adalah pola pikir & pengetahuan seseorang, terkadang tidak bisa dinilai dari penampilannya.

Continue reading “Madiun short trip – Pecel Madiun Jl.Diponegoro & Rawon Mbak Sut.”

Bolehkah laki laki minum Susu HiLo Soleha ?

Bagiku 10 hari terakhir puasa adalah saat dimana kegiatan sangat padat, saat dimana kita harus lebih meningkatkan ibadah kita ditambah kesibukan yang menumpuk. Dimulai dari pekerjaan dan deadline akhir bulan yang menguras tenaga dan pikiran, malamnya terawih dan itikaf di tiap tanggal ganjilnya.

Untuk menjaga fisik agar tetap sehat, aku dan adiku selalu minum susu. Sebuah ritual yang dipaksakan oleh orang tua kami, sudah sebesar ini masih saja minum susu :(. Sebelum sahur dimulai, biasanya ibu membuatkan kami segelas susu. Karena terbiasa dengan warna gelas merah, aku sangat yakin kalau yang ada di gelas merah adalah susu untuku, langsung saja aku habiskan.

“Aa susu punya adek mana?”, adiku yang bungsu bertanya.

“Bukannya yang itu”, aku menunjuk gelas bening yang ada di sisi kanan meja.

“Ya ampun Aa, maaf tadi adek lupa bilang yang di gelas merah itu susunya adek”

“Lagian kenapa kamu pakai gelas Aa. Nggak apa-apalah dek, nggak masalah kan?”

“Nggak sih A. Itu susu adek yang baru HiLo Soleha”, adiku menjelaskan dengan rasa bersalah sambil menahan tertawa.

Saat itu juga aku bingung, langsung lampu rumah kelap-kelip, suara televisi tidak terdengar olehku, yang terdengar hanya bisikan gaib yang masuk ke telinga ini:

logo panah arrow“Bolehkah laki laki minum Susu HiLo Soleha?” logo panah arrow “Bolehkah cowo jantan minum Susu HiLo Soleha yang dicap Susu cewe” logo panah arrow “Kamu sudah minum susu cewe, nanti ke mesjid pakai mukena!” — TidaaaAAkkkkK…..

Continue reading “Bolehkah laki laki minum Susu HiLo Soleha ?”