56 days in Pare-Kediri – Day 9: Paralayang Gunung Banyak

Libur telah tiba, libur telah tiba sodara-sodara. Akhirnya setelah berkutat selama hampir dua minggu dengan grammar, vocab, pronunciation akhirnya aku bisa merasakan indahnya liburan. Kota Pare Kediri memang layak untuk menyandang gelar “jauh kemana-mana”, alasannya jarak tempat wisata yang jauh dan terbatasnya tempat hiburan malam. Bukan karena aku kupu-kupu malam, tapi aku sangat suka hal-hal berbau kegiatan malam, nongkrong + rokok x suasana ramai = kesenangan hati & keakraban meningkat.

Sehari sebelumnya teman di satu camp ingin jalan-jalan dengan harga murah ke tempat yang menarik. Salah satu tempat wisata yang paling dekat dengan Pare adalah Batu-Malang. Di sekitar Kampung Inggris Pare banyak tersedia penyewaan mobil, dengah range harga 300 ribu rupiah untuk 24 jam dan bensin 100 ribu sudah cukup. Cukup murah dan nyaman kan untuk bepergian ke Batu?, intinya sih harus hemat.

Sebenarnya ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi di Batu-Malang, tapi kali ini kami semua memutuskan untuk pergi ke Gunung Banyak. Disini kita bisa melihat atlit paralayang sedang beraksi. Dari Pare ke Paralayang Batu dibutuhkan waktu sekitar 2jam. Selama dua jam itu, kita akan menikmati indahnya pemandangan pegunungan, sawah, sungai dan pepohonan yang menyejukan mata. Dibutuhkan keterampilan mengemudi yang cukup handal karena perjalanan dari Pare ke Batu mirip sekali dengan jalanan Puncak Cianjur dengan contour jalan yang bergelombang, sempit dan berliku. Karena jalanan ini menghubungkan beberapa kabupaten di Jawa Timur, maka jangan heran apabila ada bus-bus besar mengagetkan kita dengan klaksonnya dari belakang.

Paralayang Gunung Banyak - Batu
Paralayang Gunung Banyak – Batu

Setelah bercanda bersama cewe-cewe bawel di mobil, akhirnya sampai juga di Gunung Banyak. Dikenakan harga 5ribu rupiah saja untuk tiket masuk/orangnya dan 5ribu untuk parkir mobil. Seperti apa sih, tempat wisata ini?, ternyata ini adalah bukit yang cukup tinggi dengan angin yang sangat kencang berhembus. Di siang hari, tempat ini dipenuhi selfiewan & selfiewati dengan tongsis dan go-pro nya, tapi di malam hari tempat ini sangat romantis. Dari atas bukit, kita bisa melihat keindahan kota Batu & Kandangan yang ah to the mazing.

Paralayang Gunung Banyak - Batu
Paralayang Gunung Banyak – Batu

Dari bukit ini pula, kita bisa melihat beberapa atlit downhill dengan sepeda yang gagah dan mewah. Mungkin masyarakat sekitar sini kurang piknik ya?, masa iya orang yang mau downhill seperti ini difoto-foto segala. Terus setelah mereka turun gunung bilang gini “eh, matek ora?”, kan norgil – norak gilak. Jujur aku naksir sama sepedanya, gagah & menawan tapi tidak cocok di kantung sendiri.

Pergi ke Gunung Banyak tidak lengap rasanya untuk mencoba olahraga paralayang / paragliding ini. Hanya dengan 350 ribu mahal ya kita bisa merasakan sensasi luar biasa terbang di angkasa dan mendapatkan serifikat paralayang, sertifikat coy! Haha bisa dipakai melamar kerja mungkin. Oh ya jangan khawatir, kita didampingi seorang instruktur yang berpengalaman selama melakukan olahraga ekstreme ini atau istilahnya tandom.

Omah Kayu - Batu
Omah Kayu – Batu

 

Selain paralayang, ada satu tempat yang menjadi spot favorit untuk berfoto yaitu Omah Kayu yang masih berada di satu kawasan Gunung Banyak. Omah Kayu bukan sekedar rumah kayu, rumah kayu ini di bangun di lereng yang tidak begitu terjal dengan deretan bangunan rumah kayu di bangun dengan apik. Mereka membuat tempat duduk di pohon yang tinggi agar para pengunjung dapat menikmati indahnya pemandangan Gunung Banyak. Mungkin kalau malam-malam tempat ini akan menjadi sangat romantis apabila berdua bersama pacar. Berpegangan tangan berdua, melihat lampu-lampu kota dan bintang-bintang, ditiup semilir angin yang sangat dingin. Ah.. Romantisnya. Pacar oh pacar kenapa engkau jauh?.

Advertisements

9 Replies to “56 days in Pare-Kediri – Day 9: Paralayang Gunung Banyak”

  1. Iih seru banget itu paralayangnya, gpp deh 350rb ngerasain main paralayang& dapet sertifikat pula!! sapa tau sertifikatnya bisa aku gunain untuk terbang ke hatimu, eaaa.. matek ora? 😅😅

    Trus itu foto yg tiduran di antara 2 pohon, bayar juga? Ngeri ya, tinggi banget!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s