56 days in Pare-Kediri – Day 6: Sakit Satu, Sakit Semua.  

Hidup di camp memang menyenangkan, kita bisa bisa tahu kepribadian setiap orang yang ada di camp dan lebih mengenal karakter mereka dari berbagai background pendidikan, profesi dan usia. Kamarku terdiri dari 5 orang, 3 dari mereka baru saja lulus SMA. Ya, aku juga masih muda kok disini. Dari wajah sih mungkin terlihat berbeda 3 tahun dengan mereka, tapi dari ktp – ya rahasia haha.

Aku adalah orang yang sangat cinta kebersihan, sebisa mungkin membersihkan kamar dan menjaganya tetap bersih dari debu. Tapi penyakit selalu saja ada penyakit yang datang. Contohnya flu, jangan pernah menganggap remeh penyakit flu. Penyakit ini mudah sekali menular apabila daya tahan tubuh sedang menurun. Solusinya makan dan minum yang mengandung banyak vitamin C dan penuhi kebutuhan cairan tubuh. Tapi yang terjadi disini adalah ada salah satu orang di kamarku yang suka minum dari minuman milik orang lain. He is disgust me. Botol siapa aja diambil & langsung minum tanpa permisi, oh my dan sepertinya dia adalah tersangka yang menularkan penyakit flu kepada kami ber empat.

Sakit satu sakit semua. Penyakit ini menyebar dengan cepat kepada kami. Alhasil kami harus bersusah payah menuju ruangan kelas setiap pagi dan mengikuti pelajaran dengan ingus meler. Karena ruangan kelas yang semi-outdoor maka pilek ini tetap saja bercokol betah di hidung ini. Pusing karena flu ditambah pusing karena pelajaran adalah kombinasi yang sempurna. Saat flu seperti ini pelajaran pronunciation akan sangat sulit untuk diikuti.

Di awal bulan Agustus ini adalah musim pancaroba, saat berganti musim seperti ini biasanya banyak penyakit yang mudah sekali menyerang. Awalnya aku pikir Kediri adalah kota dengan cuaca yang hangat, tapi belakangan ini cuaca sangat dingin dengan angin yang sangat kencang di siang juga malam hari. Angin kencang yang berhembus seperti ini membuat siapa saja mudah terjangkit masuk angin. Ingin menghemat di Pare Kediri, eh malar boros gara-gara beli obat. Apesnya guys, jarak camp ke apotik sekitar 2km dan itu harus ditempuh menggunakan sepeda. Meler, cuaca dingin & gowes sepeda 2 kilo bikin badan makin drop.

Tapi ada saja cara yang dilakukan “madam camp” (sebutan untuk ibu2 penjaga camp) supaya kami betah dan tetap semangat mengikuti pelajaran, salah satunya memberikan minuman jahe hangat. Yeah, aku suka kalau gratisan, haha. Minuman jahe yang dibuatnya cukup menghangatkan badan disaat cuaca seperti ini, melegakan tenggorokan juga meredakan sinus. Madam bilang “harus tetep semanget mas, inget tujuan mas kesini apa, sayang loh kalau bolos pelajaran”, iya juga sih. Jangan sampai aku disini hanya numpang tidur, makan dan buang air. Aku kembali mengingat tujuanku datang kemari adalah memperbaiki bahasa inggris juga menambah koneksi, yang terpenting adalah nunggu visa kerja ke timur tengah.

Oh iya, semenjak salah satu dari kita suka minum yang bukan miliknya. Kami ber-empat sepakat untuk memberi nama pada botol minuman yang sudah kami beli. Label nama pada botol pun judulnya cukup konyol: “Sianida, Jamu Pinter, Air Aki, Raksa, Kencing Kuda, dll”. Suatu hari dia si jin tomang kepergok minum dari botol minum miliku, aku langsung teriak “itu kencing kuda gue!”. Chill out dude :D.

 

Advertisements

2 Replies to “56 days in Pare-Kediri – Day 6: Sakit Satu, Sakit Semua.  ”

  1. I know that very well. Naek sepeda buat nyari obat. Saya nyerah banget deh naik sepeda. Good idea bgt nama botolnya hahaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s