Madiun short trip – Pecel Madiun Jl.Diponegoro & Rawon Mbak Sut.

And the show begin. Let’s dazzle the audiences :D. Menurut kalian apakah naik kereta ekonomi itu menyenangkan?, depend on situation right?!. Hanya saja aku mendapatkan situasi yang kurang menyenangkan kali ini, semua gara-gara dia!. Dia adalah tipikal masteng (mas tengil) yang duduk di depanku selama perjalanan. Tolong dedek ya Allah, yang dedek harapkan adalah sosok Scarlet Johanson, bukan dia. Jadi aku harus sabar dengan tidak mlihat wajahnya dan menikmati “tu’ur paketrok”  (Sunda: lutut beradu)  😦

masteng

Si mbah bilang, jangan pernah melihat orang dari luarnya. Ternyata cara berbicara si masteng jawir itu sangat berbobot loh, aku mencuri dengar, sayup sayup menyimak argumen dia tentang brexit & kebangkitan paham komunis di Indonesia. Wiihhh..berath. Awalnya aku tidak merespon dia dengan tidak ramah, tapi karena aku tertarik dan ingin ‘nimbrung’, mau nggak mau mencoba berusaha mengakrabkan diri dengannya. Seriously guys!, si mas yang tidak teng lagi ternyata mahasiswa ITB loh, mungkin karena outlooknya aja yang campuran Nerd & Rebel sehingga pola pikirnya yang tajam & kritis tidak terlihat.

Suasana di kereta cukup nyaman terkecuali tu’ur paketrok ini. Oh iya, kali ini aku menjumpai mba-mba pramugari kereta yang unik. Uniknya ketika dia berkata menawarkan barang, selalu berakhiran –nyahh. “Silahkan, nasi gorengnyahh, nasi rendangnyahh, minumannyaahh, chitatonyahh”, biasa aja kali mba, gatel banget pengen nyinyir si mba itu :D. Perjalanan ke Madiun alhamdulillah lancar on schedule, berangkat dari bandung 16:50 sampai Madiun 04:05. Akupun berpamitan dengan orang-orang yang duduk di sekelilingku (termasuk masteng itu), pelajaran berharga yang aku dapatkan adalah pola pikir & pengetahuan seseorang, terkadang tidak bisa dinilai dari penampilannya.

Di sekitar Stasiun Madiun banyak sekali hotel kelas melati / homestay dengan harga yang terjangkau .Hanya berjarak 100m saja, aku bisa beristirahat sejenak di hotel Mataram dengan harga 150ribu/hari & sudah dilengkapi ac. Murah banget kan. Waktu menunjukan pukul 5:00 pagi, aku berjalan menuju Jl.Diponegoro untuk makan pecel Madiun, akhirnya bisa terwujud juga keinginan makan pecel ini setelah hanya bisa melihat dari instagram orang lain.

Petugas hotel menyarankan aku untuk pergi ke Jl.Diponegoro, disana banyak yang berjualan pecel khas Madiun dari jam 3 dini hari. Ternyata di tiap daerah yang ada di pulau jawa, sajian pecel berbeda beda termasuk racikan bumbu kacangnya. Ada banyak penjual pecel disekitar Jl.Diponegoro, dari sekian banyak penjual pecel mataku tertuju kepada penjual yang bertubuh besar. Yes, BIG WOMAN COOKS BETTER. Terbukti dengan banyaknya sepeda & totor yang parkir di dekat  tempatnya berjualan. Perempuan yang bertubuh besar memasak lebih baik itu bukan mitos loh.

pecel madiun1
pecel madiun jl.Diponegoro

Ini dia pecel Madiun, disajikan di daun pisang. Penampilannya hampir sama dengan pecel pada umumnya. Nasi hangat disajikan dengan sayuran segar seperti kacang panjang, kecambah kedelai, kangkung, potongan mentimun. Untuk bumbunya kacangnya sendiri hampir sama dengan bumbu pecel lainnya, kencur, asam jawa dan daun jeruk menjadi terasa tidak asing di lidah. Yang menjadi ciri khas dari pecel Madiun adalah serundeng asin gurih & lalapan kembang turi.

Apa lo titisan Susana, suka makan kembang?. Santai guys!, ini lalapan sehat & tidak ada hubungannya dengan magic, haha… Tekstur kembang turi berwarna putih ini seperti sawi hijau dengan rasa yang unik. Penjelasan singkat tentang Kembang Turi putih seperti ini:

kembang turi
Kembang Turi – sumber:http://goo.gl/uGkX26

 

Dikutip dari http://manfaat.co.id/manfaat-kembang-turi. Turi merupakan salah satu tumbuhan pelindung yang sering dijumpai disawah, kebun dan pekarangan rumah. Perkembangbiakan paling umum biasanya disemai atau setek. Pohon turi memiliki tekstur kayu yang lunak dengan tinggi 5-12 meter, apabila kembang turi mekar bentuknya menyerupai kupu-kupu. Bunga turi memiliki warna merah & putih atau gabungan keduanya. Banyak sekali manfaat kembang turi seperti membantu proses penyembuhan luka, mengobati rabun senja, mengobati sariawan, mengobati radang, dsb.

Dengan harga 4 ribu rupiah, kita sudah dapat menikmati kenikmatan pecel Madiun dan manfaat sayuran yang ada didalamnya. Foodgasm in my mouth, pecah!. Untuk menambahkan kenikmatan, kita bisa memesan ayam goreng, empal gentong, mendoan & aneka jeroan sapi. Rasanya melambung tinggi ke nirvana. Makan pecel adalah salah satu alasan untuk balik lagi ke kediri. Lalu, makanan apa lagi ya yang ada di Madiun, lanjut yuk.

Masih di Madiun city. Setelah makan pecel dan istirahat sebentar di hotel, tiba-tiba perut ini ingin makan lagi. Bawaannya pengen makan mulu. Ting! Bohlam keluar dari ubun-ubun. Ingin makanan murah, enak & berkuah. Apa ya?, jangan Soto deh bosen – oh iya, Rawon. Aku pasrahkan makanan selanjutnya kepada bapak penggowes becak. Biarlah si-bapak menggowes kemanapun ia mau. Mantra berhasil “terserah pak’de, pengen makan rawon”.

rawon mbak sut
Rawon Mbak Sut, Jl Semongko – Kejuron

Pak’de akhirnya berhenti di Soto Rawon Mbak Sut, tepatnya di Jl.Semongko persis didepan kantor kelurahan Kejuron. Di jalan ini berdiri kios sederhan dengan tagline yang sederhana juga “Sedia Soto Daging Rawon, Es Teh, Es Jeruk, Janda Kaya”. Kata pak’de penggowes becak yang ramah, “harus coba rawon disini mas, muaantapp”. Baiklah segera aku pesan Rawon disini. Pak’de sepertinya sudah lulus basic selling skills / tourism guide.

rawon
Rawon Mbak Sut, Jl Semongko – Kejuron

Ini dia rawon Mbak Sut. Dengan harga 7ribu rupiah, kita sudah bisa menikmati nasi hangat, kecambah kedelai, sambal & potongan daging sapi tanpa lemak. Sederhana banget ya tapi setelah dicicipi. O Ma Ga De, Oh My God!, sangat lezat. Pokoknya speechless setelah makan rawon ini & lidah menari-nari karena lezatnya. Pernah lihat artis ketika dapat piala citra?, nah speechless nya tuh hampir sama. Njir Lebay 😀 😀 :D. Tapi serius loh, nggak akan menyesal karena ini enak. Rawon & soto daging Mbak Sut, bisa juga dinikmati dengan tempe mendoan, perkedel kentang, bakwan, tahu rebus maupun sate jeroan.

Istirahat di Madiun sebelum pergi ke Pare-Kediri adalah pilihan yang tepat. Terlebih lagi kota ini memberikan makna yang berkesan bagiku, terutama untuk pecelnya. Luar biasa nikmat.

Pecel Madiun & Rawon are Marvelous, eat delicious food will reduce your stress level.

Advertisements

8 Replies to “Madiun short trip – Pecel Madiun Jl.Diponegoro & Rawon Mbak Sut.”

  1. 4rebu 😦 murah amat ya ampun. aku mau BW kesini tapi ternyata udah banyak tulisan, ternyata mas wahsur nulis hampir tiap hari tentang disana hehehek makanya aku mampir di bagian sini aja. gapapa dong ya? iya gapapa.

    Like

  2. OMG! Pecel madiun selalu ngangenin. Pecel Kediri dan Nganjuk lebih ngangenin lagi karena mereka pakai sambel tumpang. Kangen sama tanah leluhur jadinya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s