56 days in Pare-Kediri – Day 1: Familiarization & I surround myself with new pals.

Setelah wisata kuliner di Madiun kemarin, saatnya petualangan di Pare-Kediri dimulai. Setelah lulus kuliah beberapa tahun lalu, aku tidak sempat pergi ke tempat ini. Dan di awal tahun 2016, aku menuliskan salah satu resolusi yang harus tercapai adalah bisa tinggal di Pare-Kediri selama beberapa bulan. Untuk tujuan apa? yang jelas sambil menunggu pekerjaan yang baru (terbit visa), aku ingin mengisi waktu yang lebih bermanfaat dengan meng-improve kemampuan bahasa inggris di kampung ini.

Dari Madiun, aku naik kereta Malioboro Ekspress untuk sampai ke kediri. Kereta malioboro ekspress dari Jogjakarta ini melewati Kediri dan berhenti di Malang. Ini pertama kalinya aku naik kereta ke arah jawa timur di siang hari. It’s awesome experience. Melihat pesawahan yang sedang kering, tanaman palawija dan sesekali aku melihat pohon tebu menjulang tinggi adalah pemandangan yang luar biasa.

boarding pass malioboro
Boarding pass Kereta Malioboro Ekspress

Jujur, kereta Malioboro Express ini lebih bersih dan lebih nyaman dibandingkan Malabar. Walaupun naik kelas ekonomi, gerbong kereta Malioboro ini lebih dingin dan terawat. Masuk ke kabupaten Kediri, kita bisa melihat pabrik rokok terbesar di Indonesia PT.Gudang Garam dengan gagahnya. Seperti kita ketahui, kota kediri merupakan penghasil terbesar tembakau terbesar di Indonesia oleh karena itu banyak sekali industri rokok berdiri di kabupaten ini.

Sampai di stasiun kediri tepat pukul 12:35, alhamdulillah cuaca hari ini sangat bersahabat dan nyaman. Aku langsung mencari tukang becak di sekitar stasiun Kediri. Tukang becak disini langsung menembak pendatang seperti kita dengan kisaran harga 25 ribu rupiah, kita harus checklist logo clipart berani menawarnya 10 ribu saja karena tujuan kita kita selanjutnya tidaklah jauh.

umum ke pare
Naik becak ke polsek kediri, Rp: 10k. Dari Polsek banyak angkot P berhenti menunggu penuh, ongkos 25k

Dari stasiun kediri, kita meluncur ke polsek Kediri yang jaraknya kurang dari 1km. Di depan polsek kediri berjejer beberapa mobil angkot ke arah Pare. Angkutan kota ke arah kampung inggris Pare-Kediri biasanya di tandai dengan huruf P di beberapa bagian mobilnya. checklist logo clipart Ongkosnya 25 ribu per orangnya, whaat?! Kok mahal, relax guys! Angkot ini mengantarkan kita ke lembaga pendidikan tempat kita belajar bahasa inggris. Karena di kampung inggris ini ada banyak sekali lembaga pendidikan maka angkot ini akan mengantarkan kita sampai ke camp pelatihan.

Sebetulnya ada fasilitas jemputan yang diberikan hanya saja harganya cukup mahal, dengan naik angkot P dengan 25 ribu rupiah, kita sudah diantarkan dan kita bisa sedikit “mencuri informasi” tentang Pare dari supirnya. Jangan kaget ya.. jarak kota Kediri ke Pare tidak begitu dekat, artinya jauh dari kehidupan & jauh dari mall. I’m serious about this!.

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya sampai juga di kampung inggris Pare-Kediri. Setelah melakukan registrasi dan pendataan, akhirnya aku mendapatkan kunci kamar tempat aku tinggal untuk 2 bulan  lamanya. “Silahkan mas, ini kamarnya”. Holy Moly Galileo Galilei, mmhh okay.

room 14.jpg

I’ll post about camp building later. Selama dua bulan, aku harus sharing dengan 5 orang di ruangan ini. This will be amazing, slumber party everyday. But, i’m not sure about this. Aku melihat keadaan kamar yang ada disini dan kamar tetangga juga, sejujurnya sih harus ada beberapa perbaikan & pertimbangan lain perihal fasilitas yang diberikan untuk 5 orang dalam 1 kamar untuk 2 bulan. Dan harus dilakukan sebelum menempatkan calon siswa ke campnya. I’m still waiting for maintenance ’til today.

Terlepas dari itu semua, aku bisa bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah dari penjuru Indonesia. Jakarta, Bandung, Subang, Jepara, Balikpapan, Palu, Jogja, Magelang dan kami semua dari beragam background pendidikan & usia.

new friends

“Bang, semester berapa sekarang”, Rizal dari Balikpapan bertanya kepadaku ketika kami berkenalan. Tiba-tiba, hal-hal konyol beterbangan di kepala sambil bergumam sendiri.

Gue, semester berapa? Serius nanya itu?Gue kan udah lulus 4 taun laluMungkin benar kata orang, kalau aku awet muda. Haha..najis syalala.

“Baru lulus Zal, lagi nyari kerja sambil ngisi waktu aja kesini”, maafkan aku ya Zal… kebohongan merahasiakan umur itu rasanya sangat nikmat :D. peace finger

My rommie are: Setiawan from Jepara, Dennis from Bandung, Arif from Jakarta & the last boy is Rizal from Balikpapan. Can’t wait for tomorrow journey:D

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

5 Replies to “56 days in Pare-Kediri – Day 1: Familiarization & I surround myself with new pals.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s