Petualangan akan dimulai. Pre – Journey of 56 days in Pare-Kediri

Gila-gila-gila, time flies so fast. Baru kemarin aku resign dari kantor yang lama untuk berhenti jadi banker untuk menikmati indahnya berpuasa bersama keluarga di Bandung. Kenapa waktu berlalu dengan sangat cepat, apakah aku penuh dosa?. Maafkan aku ya Allah, oh… Mamah Dedeh, berikanlah tausiyah kepadaku.

Lalu, sekarang nggak kerja dong?, iya nganggur maning guys & belum aply kemana-mana (belum mau kerja lagi). Seperti ombak, hidup yang singkat ini tidak harus selalu pasang, pasti ada surutnya. Disaat surut seperti ini aku menemukan banyak hal yang tidak bisa dirasakan ketika aku bekerja beberapa tahun kebelakang. Kalau kata si Momon di iklan kiripik kentang life is never flat, lebih baik diganti life is never climb continously.

Ngomong-ngomong bagaimana resolusi di tahun ini?. Sudah masuk semester ke dua loh!, adakah yang sudah tercapai?. Dari 13 resolusi yang sudah aku buat di awal tahun 2016 sepertinya baru ada 2 yang terwujud, masih banyak kegilaan yang harus dicapai contohnya yang satu ini: Resolusi nyeleneh dimana aku harus tinggal di sebuah kota yang tidak ada saudara atau teman disana selama 2-3 bulan saja. Sebelumnya aku sudah bercerita alasan kenapa aku memilih kota Pare – Kediri sebagai tujuanku, yang jelas aku ingin berpetualang lagi, meng-upgrade diri & menghilangkan semua beban yang ada di kepala.

Begitu banyak informasi seliweran tentang kampung inggris di Pare – Kediri, mulai dari website lembaga pendidikan hingga blog. Sampai akhirnya aku membaca semua post yang ada di situs resminya (yang lain mungkin resmi, tapi yang ini lebih informative). Di situs tersebut dijelaskan secar rinci mengenai program belajar bahasa inggris, juga hal lain seperti tempat tinggal, perjalanan ke kota Pare-Kediri sampai tempat nongkrong & hits yang ada disana.

Aku berangkat akhir bulan dari Stasiun Bandung ke Kediri, untuk sampai ke kota Kediri tidaklah sulit. Karena aku big fans kereta api & pesawat, sangat mudah untuk mendapatkan beberapa informasi ke sana. Kediri itu kotanya “nyempil”, jadi hampir semua kereta api (seperti Gajayana-Bima-Harina-Argo Wilis-Mutiara Selatan-Turangga) dari Jakarta atau Bandung melewati stasiun Madiun kota terdekat Kediri. Sedangkan untuk pesawat, Bandara Abdurrahman Saleh-Malang adalah bandara terdekat dengan Kediri selain Bandara Juanda-Surabaya. Kali ini, aku akan mengulas kereta apa saja yang bisa kita tumpangi untuk sampai ke Pare Kediri dari Jakarta dan Bandung. Untuk jadwal kereta api lebih lengkap dan terbaru dapat dilihat disini.

Ini kereta api, iyalah masa delman
Ini kereta api, ya iyalah masa delman. sumber: http://goo.gl/ipwb26

logo panah arrow Kereta dari Stasiun Gambir tujuan Kediri

Screenshot_2016-07-17-09-58-31

Kereta api Gajayana melayani Gambir-Malang berhenti juga stasiun Kediri. Sejauh ini, dari stasiun gambir hanya kereta ini saja yang melayani perjalan dari Gambir ke Kediri. Harganya coy, ya..sepadan dengan pelayannya. Sampai kota Kediri tidak terlalu pagi & masih bisa wisata kuliner disekitar stasiun Kediri

logo panah arrow Kereta dari stasiun Pasar Senen tujuan Kediri

checklist logo clipart Kereta api Krakatau express melayani Pasar Senen – Kediri, kereta yang baru diluncurkan tahun 2013 ini melayani Pasar Senen – Kediri.

checklist logo clipart Kereta api Brantas melayani Pasar Senen – Kediri.

checklist logo clipart Kereta api Matarmaja melayani Pasar Senen – Malang berhenti juga di stasiun Kediri.

checklist logo clipart Kereta api Majapahit melayani Pasar Senen – Malang berhenti juga di stasiun Kediri. Sejauh ini kereta Majapahit menjadi pilihan terbaik untuk pergi ke Kediri, Karena tiba di stasiun Kediri 6:50 dan untuk harga tidak jauh berbeda dengan kereta ekonomi lainnya. Untuk penghematan lebih baik berangkat dari St. Senen dengan kereta Majapahit ini. Hemat & sampai ke tempat tujuan dengan selamat, ya kaaann.

logo panah arrow Kereta dari Stasiun Bandung tujuan Kediri

Screenshot_2016-07-17-10-55-00

Kereta api Malabar melayani Bandung-Malang, berhenti juga di Kediri. Ini kereta penuh kenangan. Terakhir naik kereta ini tahun 2010 waktu backpacker ke Bromo. Haha, long time ago :D. Dalam satu kereta dibagi beberapa gerbong untuk kelas eksekutif, bisnis & ekonomi. Jadi waktu tempuhnya lebih lama karena berhenti di banyak stasiun.

Karena aku berangkat dari Bandung maka aku memutuskan untuk memesan tiket ini jauh-jauh hari ke Madiun. Kok Madiun?, kenapa nggak ke Kediri langsung?. Alasannya karena aku pengen banget makan pecel Madiun, pengennya tuh sampe ubun-ubun ‘nggak kesampean bisa jadi pusing’ haha. So, aku pesan tiket Bandung-Madiun keberangkatan 21 Juli nanti. Mungkin inilah yang menyebabkan cewe berpikir ulang untuk menjalin hubungan denganku, karena pola pikir aku yang spontan & nyeleneh *ini apa?, curhat mas?

Bersambung…

Advertisements

16 Replies to “Petualangan akan dimulai. Pre – Journey of 56 days in Pare-Kediri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s