7 Alasan mengapa Mall lebih ramai dari Masjid di akhir bulan ramadhan.

Jam 5 sore seperti biasa saat yang dinanti menunggu berbuka puasa, di bulan ini tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan menyiapkan takjil. Lagi asik-asiknya buat biji salak, lampu notifikasi handphone menyala.

what's app icon clipart “Wahyu, ke mall yuk!.”

what's app icon clipart “Ngapain?.”

what's app icon clipart “Cari sale, nongkrong.”

what's app icon clipart “Idih, kirain apa. Nggak ah pasti rame banget, lu aja.”

Menjelang berakhirnya bulan ramadhan, banyak teman-teman yang mengajak ke mall. Tujuannya nongkrong, belanja, “liat-liat aja”, olahraga kaki dan refreshing. Ada hal yang menarik bagiku, di akhir bulan ramadhan ini seharusnya orang-orang berduyun-duyun ke mesjid mencari ridha-Nya. Ke mall bisa kapan saja kan?, mencari Lailatul Qadar hanya ada di bulan ramadhan. Dan kita tidak pernah tahu apakah ini ramadhan yang terakhir untuk kita.

Setelah aku amati, ada 7 alasan yang membuat mall lebih ramai dibandingkan masjid di 10 hari terakhir puasa lebih tepatnya menjelang idul fitri.

mall atau mesjid
mall atau mesjid ?

checklist logo clipart 1. Tempat paling mudah untuk reuni dan berkumpul.

Yup, masih ada saja yang melaksanakan ritual buka puasa bersama di hari-hari akhir bulan ramadhan. Karena kesibukan masing-masing atau sulitnya mengumpulkan teman di waktu yang ditentukan, menjadi alasan berbuka puasa di gelar di akhir bulan ramadhan. Kumpul jam 5 sore kemudian berbuka puasa – namun yang disayangkan, sholat maghrib, ‘isya dan terawih terlewatkan, sampai rumah langsung tertidur. Kegiatan yang bertujuan memperkuat silaturahmi ini malah mengganggu ibadah kita.

checklist logo clipart 2. Bosan dengan rutinitas ibadah.

Sahur – puasa sambil bekerja – buka puasa – solat terawih – kemudian sahur lagi. Ada rasa jenuh ketika melaksanakan ibadah di bulan puasa karena kegiatan terus terulang. Ya seperti inilah beribadah, harus bagaimana lagi?. Mereka yang merasa jenuh menjadikan mall sebagai tempat pelarian. Di mall kita bisa menonton, berbelanja atau hanya sekedar jalan-jalan menghabiskan waktu. Padahal ada banyak kegiatan yang lebih bermanfaat untuk menghilangkan rasa jenuh, misalnya mengunjungi panti asuhan.

checklist logo clipart 3. Kurang “Piknik”

Kebanyakan keluarga muda yang baru mempunyai anak menjadikan mall sebagai tempat “piknik”. Di akhir bulan ramadhan ini kita bisa melihat ibu muda yang mendorong troley bayi, ayahnya menggendong anak yang masih berusia setahun dan baby sitter dengan penampilannya beda sendiri *you know what i mean. 😀 Bukan hanya keluarga muda, ternyata para ABG juga banyak mengunjungi mall. Ternyata mereka mau bukber di solaria biar hits!, eh loh kok cuma pesen pangsit goreng?!.

checklist logo clipart 4. Gencarnya sale di social media.

diskon di mall bulan ramadhan
diskon di mall bulan ramadhan

Sale’s everywhere: all product up to 50% + 20%, buy 2 get 3, free voucher. Ini adalah ujian bagi kita yang suka belanja karena banyak sekali produk yang dijual dengan harga yang sangat miring. Setelah selesai belanja biasanya menyesal “kok beli ini ya? kayaknya udah punya barang yang hampir sama deh”. Kita biasanya menyesal karena membeli produk yang tidak penting akibat tergoda sale. Promosi seperti ini membuat mall ramai sekali seperti pasar di bulan ramadhan.

checklist logo clipart 5. Nggak ada sirup dan kue, bukan lebaran namanya.

Ini mindset beberapa ibu-ibu di Indonesia. Beberapa keluarga biasanya mewajibkan adanya kue kering atau sirup menjelang idul fitri. Di hari-hari terakhir ramadhan sudah pasti pusat perbelanjaan dipenuhi ibu-ibu. Sekedar tips, jangan pernah mengganggu ibu-ibu apabila sudah belanja dan jangan pernah mengatakan kata terlarang ini “cepetan mamah!”, nanti ia berubah jadi singa.

checklist logo clipart 6. Tradisi baju baru untuk anak menjelang idul fitri.

Dulu ketika masih kecil, aku sangat senang diberi baju baru untuk dipakai di hari raya. Tapi sekarang, sudah banyak baju menumpuk di lemari. Bagiku baju baru di hari raya itu sungguh sangat tidak penting. Toh orang lain tidak akan tahu, baju yang kita pakai adalah baju baru atau baju lama yang baru dilihat mereka. Sudah pasti, tradisi membelikan baju baru menjelang idul fitri menyebabkan mall lebih ramai dibandingkan masjid.

checklist logo clipart 7. Membeli oleh-oleh untuk mudik.

Mall lebih ramai di hari akhir ramadhan karena banyak yang berbelanja untuk membeli oleh-oleh mudik ke kampung halaman. Selain makanan, biasanya mereka membeli pakaian atau perlengkapan rumah tangga yang tidak dijual di kampung halaman. Ini adalah pengalamanku menjelang mudik beberapa tahun lalu. Si mbah (ibu dari bapak) ingin dibelikan wajan happy call dan blender tangan tokebi, waktu itu produk ini belum dijual di Wonogiri. Di akhir bulan ramadhan pula aku harus berjuang di kerumunan manusia membeli produk ini di mall. Yang jadi pertanyaan adalah di Wonogiri masih pakai tungku kayu, minta dibelikan alat-alat tersebut buat masak apa?.

Mall lebih ramai di hari akhir ramadhan lebih disebabkan keinginan kita untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya idul fitri. Ada baiknya untuk kebutuhan yang bersifat duniawi seperti itu di penuhi menjelang ramadhan tiba, agar kualitas ibadah kita tidak terganggu. Semoga kita semua tidak tergoda hal bersifat duniawi tersebut di hari akhir bulan ramadhan ini.

Oh iya, sebentar lagi waktunya kita mudik lebaran mari siapkan fisik, mental dan dompet. 😦

Advertisements

9 Replies to “7 Alasan mengapa Mall lebih ramai dari Masjid di akhir bulan ramadhan.”

    1. Iya setuju mas, kan kebanyakan yang ngeramaikan kota rata2 orang rantauan, so mendekati lebaran ya mereka mudik. Akhirnya yg ramai masjid di desa, di kota nya sepi..

      Liked by 1 person

  1. Aku juga kmrn dateng ke mall, tadinya emang udah niat belanja tp pas liat mall penuh banget dengan iming2 sale dimana2 malah jd males sendiri, ke mall akhirnya cuma makan doang ga jd belanja hahahah.. lagian tulisannya doang sale tetep aja jatohnya mahal2 juga

    Like

    1. Betul banget, harganya di markup dulu. Kalo yg beneran sale biasanya ke mall ala2 di pinggiran. Ya walaupun produknya out of date, tapi beneran sale loh… Ngabisin stok.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s