Buka puasa bersama sebagai ajang pamer

Judul postingan kali ini agak frontal ya?!, semoga saja tidak ada yang tersinggung. Tulisan kali ini adalah curhatan hati seorang bujang yang terjadi di hari ke-14 puasa ramadhan kemarin.

Banyak hal yang menarik di bulan ini. WBF Australia Open, Euro 2016, peluncuran satelit BRI, persiapan arus mudik, bencana alam di Jawa Tengah, Anak Jalanan di RCTI pindah jam tayang :D, namun tidak ada satupun yang dapat menggerakan jari-jari ini untuk menulis hal-hal bersejarah tersebut. Itulah penyebab miskin posting di bulan ini :D.

Bulan ramadhan kali ini adem ayem saja, setuju tidak?. Everything’s done perfectly. Dari hari pertama puasa sampai sekarang, bagiku semua berjalan lancar dan tidak ada gimmick spektakuler yang terjadi. Mau posting hal menarik pada saat sahur?, mmhhh sepertinya begitu-begitu saja: seputar telat bangun sahur, menu sahur alakadarnya, kenangan sahur beberapa tahun lalu, solat subuh berjamaah, bermain petasan di pagi hari, dan ya… kegiatan berulang. Posting ngabuburit: seputar menu makanan berbuka puasa yang tiap tahun hampir sama, tempat kongkow terbaru dan ter-cozy untuk menunggu berbuka, kritik kemacetan disebabkan masyarakat kurang piknik memenuhi jalan untuk ngabuburit dan ya… seperti itu, tidak ada yang menarik.

Oleh karena itu dari awal puasa sampai sekarang aku belum menemukan “sesuatu” yang menarik sampai akhirnya kegiatan buka puasa bersama kemarin menjadi pengalaman yang cukup berkesan.

Setelah perencanan yang alot akhirnya aku bisa menghadiri buka puasa bersama teman-teman semasa SMA. Pasti akan menyenangkan pikirku, beberapa teman dan mereka (teman yang tidak begitu akrab) yang bekerja di luar Bandung menyempatkan diri untuk berkumpul. Ratih sebagai penggagas ide, menyarankan agar kita berkumpul di sebuah restoran di Setiabudi.

Kini acara buka bersama menjadi ajang reuni. Jeremi, Hendro, Irwin datang bersama istrinya mereka, Fitri bersama suami dan anak-anaknya yang hiperaktif nauzubillah, sedangkan Mini, Ratih, Faisal dan aku datang sendirian.

Awalnya acara buka bersama ini sangat menyenangkan. Kami membahas topik-topik ringan seputar kehidupan sehari-hari dan yang sudah menikah berbagi wejangan untuk segera menikah di usia muda. Tapi entah siapa yang memulainya percakapan hingga beberapa dari mereka membahas hal-hal berbau materi yang sudah diraih dan pencapaian hingga saat ini.

Awalnya aku hanya menyimak apa yang dibahas mereka. Ada rasa kagum sekaligus bangga karena hal yang sudah diraih usia muda, tapi tiba-tiba rasa kagum itu hilang. Membahas pencapaian ketika berkumpul bersama teman adalah hal yang wajar tapi apabila cara menyampaikannya kurang berkenan, pasti membuat orang lain tersinggung. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama perihal karir dan keuangan.

“Tolong cariin mobil dong Yu, gue pengen naik kasta.”, sambil melirik pajero sport miliknya dari meja makan tempat kita berkumpul.

Maksudnya???. Aku bingung menanggapi pertanyaan ini. Seandainya ia memilih kata-kata yang lebih “wajar” dan tidak memakai istilah, tentu akan lebih nyaman di telinga. Bisa ditebak, ini adalah mahluk dari genus OKB-Orang Kaya Baru.

“Pakai yang ada aja Win, masih bagus kok mobilnya. Gue juga masih pake yang jadul”, aku menjawab.

“Beli dong yang baru, BRV lagi murah kan?. Oh iya.. gue sama istri udah invest loh di Cibubur, kamu gimana?”

“Belum. Nanti aja, kalau nemu jodoh”. Percakapan yang tidak nyaman ini, membuatku muak. I wanna go home!.

“Oh gitu, wah kayaknya udangnya enak.”.

Aku melihat Irwin sejenak dan berkata dalam hati. “Cuma mau ngomong itu aja, maksudnya apa membahas hal tersebut kemudian mengalihkan pembicaraan. That was awful, did you insult me?. Show offer!”

show off
nobody likes a show off, do you?

Tujuan aku menghadiri acara ini adalah menjaga silaturahmi dengan mereka yang menyempatkan datang dari luar Bandung, bukan mendengar mereka yang pamer harta karena merasa telah sukses dengan pendapatan dan jabatan yang cukup tinggi saat ini. Setelah menikmati makanan akupun pamit karena tidak mau terlewat terawih dan ingin segera pergi dari tempat ini. Jadi trauma nih ikut acara seperti ini lagi.

Di perjalanan menuju rumah, aku mengirim pesan kepada Ratih.

whatsapp Sorry I have to go, nobody likes a show off.

whatsapp Iya Yu. Ini kan acara buka puasa bersama bukan show off contest kan ya?. Lain kali kita undang teman yang deket aja ya.

whatsapp You can say that again.

whatsapp Eh ditanya Mini tuh, kapan kawin?

—2 jam kemudian—

whatsapp Maaf baru selesai terawih, mulai deh kepo sama kehidupan pribadi gue. Lu mau jodohin gue sama janda, tega lu. Masalah nikah tar kalian diundang tapi gak tau kapan, sabar aja. :D

What can I say about career, money and romance?

Everyone worked based on their “Time Zone”. Some people have everything that work fast for them.

Coleagues, friends, associates might seem to go ahead of you. Don’t envy them it’s their “Time Zone”, Yours is coming soon.  You’re not late, you’re on time.

Advertisements

23 Replies to “Buka puasa bersama sebagai ajang pamer”

  1. tapi kadang setelah kesel gitu, saya suka kasian sama orang pamer. Karena tanpa semua benda & materi yang bisa dia banggain itu pasti minder banget ya idupnya. abis itu saya jadi anteng deh hehe.. dari kesel jadi kasihan :<

    Like

  2. Kadang sudut pandang untuk mengukur seseorang sukses itu diambil dari sisi materi, dan padahal materi itu bukanlah merupakan puncak kebahagiaan. hmm, gitu deh ..hehe

    Yang sabar Wahyu, toh tujuannya juga buat silaturrahmi, dan pastinya ada hal-hal menarik yang bisa diambil seperti halnya ceritanya Wahyu hari ini.

    Like

  3. Momen yg jarang bisa pd ngumpul sih sebenarnya nyenengin ya. Kita pengennya jd tau kabar terbaru temen temen kita. Tapi buat sebagian orang mungkin tempat buat show off. Bukber bukber gini bisa dibilang kaya mini reuni kan ya

    Like

    1. Iya mba aqied, itu yg diharapkan. Ngobrol2 ringan aja sambil bercanda. Beberapa orang ingin berbagi kisah suksesnya sih mba, tapi mungkin terlalu banyak cerita & cara menyampaikannya kurang bernkenan.

      Like

      1. Benerrr.. kayaknya ya kalo OKB itu emang gitu ya, aku punya tmn baik org Kalimantan pas kuliah, jelas cewe ini tajir tapi selama bareng aq gak pernah tuh pamer harta, hhahaha low profile bingiiiit

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s