Tradisi minta maaf sebelum bulan Ramadhan – 1437 H

Ramadhan 1437 H
Ramadhan 1437 H

 

Marhaban ya Ramadhan, saat-saat menunggu hasil sidang isbat adalah saat yang sangat dinanti oleh berbagai pihak. Penentuan hari pertama puasa ditentukan hari ini, tapi ada beberapa daerah di Indonesia yang sudah melaksanakan ibadah puasa hari ini. Kami sekeluarga masih menunggu keputusan dari pemerintah mengenai hari pertama bulan puasa. Alhamdulillah Besok Kita Menjalankan Ibadah Puasa.

Aku bersyukur karena tahun ini bisa merayakan ibadah puasa dengan keluarga. Sebagai perantau selama dua tahun berturut-turut aku pernah merasakan nikmatnya puasa seorang diri di luar pulau jawa tahun lalu, selama itu pula aku berusaha menikmati adat istiadat selama bulan ramadhan jauh dari rumah.

Sejak siang hari, lampu penanda notifikasi whats app & bbm terus menyala. Mungkinkah dari grup SMA,Kuliah atau grup Facebbok?, ternyata bukan. Isinya hampir sama, berbunyi permohonan maaf menjelang ibadah puasa ramadhan.

“Yu, marhaban ya ramadhan ya… mohon maaf lahir bathin”, bunyi salah satu pesan di bbm. Loh, nanti pada saat Idul Fitri, mengucapkan ini juga nggak sih?, Bingung dedek.

Sebenarnya meminta maaf dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun bukan?, yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera karena kita tidak tahu umur kita sampai kapan. Aku pernah mendengar ceramah seorang ustadz di Jakarta yang membahas tradisi yang dilestarikan masyarakat banyak mengenai meminta maaf menjelang bulan ramadhan yang tidak didasari hadits sahih.

Ya terlepas dari itu semua, Islam mengajarkan kita untuk saling memaafkan kepada orang lain jika kita berbuat kesalahan. Tapi apakah meminta maaf tanpa ada sebab sama sekali dan dilakukan kepada semua orang diajarkan menurut islam?. Secara tiba-tiba gitu minta maaf lewat pesan singkat,  dengan cara broadcast ke semua contact yang ada di smartphonenya?. Isi pesan yang hampir sama namun penerimanya saja yang dirubah, menurutku agak konyol sih.

Namun apabila kita lupa pernah melakukan kesalahan kepada orang lain baik disengaja maupun tidak (gibah contohnya), tidak ada salahnya minta maaf lewat pesan singkat. Walaupun penerima pesan tersebut pasti bertanya-tanya, “Eh, dia salah apa ya?, ya udahlah maafin aja”- ketik ketik ketik, Send.

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Ampunan dan rahmat Allah diberikan di bulan yang mulia ini. Doa-doa pun dikabulkan oleh Allah SWT. Bagiku bulan ini bulan penuh kenangan, karena banyak hal yang terjadi di bulan ini. Kenangan yang paling membekas adalah kenangan masa kecil ketika bangun dini hari untuk berkeliling kampung membawa pentungan dan obor sambil teriak sahuuurr..sahur!. Jangan lupakan buku ramadhan yang isinya rangkuman ceramah yang ditandatangani ustadz, main petasan, kemudian sore harinya mengaji dan masih banyak lagi. Sekarang kenangan itu hanya sebuah cerita, anak-anak sekarang cenderung individual dan lebih asik dengan gadget nya masih-masing dibandingkan teman-teman sekitarnya. Aku bersyukur dilahirkan di tahun 90-an.

Tahun ini ramadhan akan lebih berkesan karena aku dapat menjalankan ibadah puasa di Bandung dikelilingi orang-orang tersayang. Tapi tidak dengan temanku Reza yang beberapa bulan lalu ditinggalkan ibunya karena penyakit kanker.

“Nggak semangat euy bulan puasa tahun ini”, Reza mengeluh ketika berkunjung ke rumahku.

“Kenapa gitu Za?”, tanyaku.

“Ya… nggak ada mama. Nggak ada yang bangunin sahur, masak makanan buat kita semua & sepi.”

“Sabar za, aku paham kok. Kalau kamu seperti ini, kamu bakal buat mama kamu sedih. Suatu saat bukannya kita akan berpisah dengan orang tua kita. Malah dengan adanya bulan yang penuh berkah ini, kamu bisa memanjatkan doa supaya mama kamu diampuni dosa-dosanya. Di bulan ini bukannya semua doa dikabulkan?”

“Iya Yu. Tapi nggak bisa ngebayangin kacaunya rumah, bapa gue sama si bibi yang ambil alih semua kerjaan yang ada di rumah”

“Ya lu sebagai anak yang baik, bantu-bantu lah. Misalnya bantu belanja yang gampang”

Bulan Ramadhan bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan. Semoga puasa kita lancar sampai hari raya tiba dan amal puasa kita diterima oleh Allah SWT. Amin…

Advertisements

9 Replies to “Tradisi minta maaf sebelum bulan Ramadhan – 1437 H”

  1. Wah iyaa, kenangan nyatat ceramah ustadz karena tugas dari sekolah haha. Kalo ga datang taraweh biasanya aku nyontek trus aku karang2 sendiri isinya *aduh asli ngakak aku ingat ini. Dulu emang paling males taraweh, berangkat sih tapi belok main ke taman haha (jangan dicontoh). Trus pesantren kilat juga, aduh kenangan Ramadan masa kecil memang menyenangkan.
    Selamat berpuasa ya. Semoga lancar, berkah sampai Idul Fitri

    Liked by 1 person

    1. Iya ya mba, sesuatu yg bakal diceritain ke anak2 nanti hehehe
      Selamat berpuasa juga ya mba.. 😊
      Btw di Netherland kan lagi summer. Puasa berapa jam mba disana?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s