Kenapa ijazah ditahan HRD / Recruitment Team?

I found myself creative at public area such as train station and dunkin donuts no kidding at all.

Sendiri terdiam di bangku ini dengan charger yang terus menempel pada smartphone, aku penat, bosan. Kereta yang akan aku tumpangi dari Gambir ke Bandung pukul 18:15, dan masih ada waktu sekitar 2 jam lagi sebelum keberangkatan.

Tempat yang paling tepat untuk menunggu di stasiun Gambir adalah Dunkin Donuts. Bukan promosi ya, aku memilih tempat ini bukan semata-mata ada smoking room nya tapi tempat ini tidak begitu ramai,power source tersedia dan ac-nya cukup dingin. Ya maklum, orang Bandung nggak bisa jauh jauh dari udara dingin kan ya?.

And the story begin (sound effect kemacetan Jakarta & air di bundaran HI yang tidak keluar airnya)

Sekitar pukul 1 siang aku berkunjung ke kantor pusat bank tercinta yang ada di Sudirman, tempat aku telah berjanji melakukan yang terbaik demi kemajuan perusahaan. Pada awalnya ditempatkan di Jakarta, setelah 6 bulan dipindahkan ke domisili sesuai ktp. Mungkin berkarir di bank adalah hal yang menyenangkan, pikirku dulu. Tapi semua palsu dan tidak sesuai harapan. Apa daya karena beberapa hal, aku mengundurkan diri.

Mereka sudah menjadwalkan untuk bertemu siang ini dengan tujuan untuk pengembalian beberapa fasilitas perusahaan, ID Card & ijazah.
Sebetulnya, apa sih untungnya perusahaan menahan ijazah karyawannya sampai masa kontrak usai?
Apakah karena turn over perusahaan yang tinggi, untuk mengambil keuntungan dari uang pinalty, ganti rugi biaya pelatihan atau apa?

Beberapa temanku yang keluar sebelum kontrak usai harus membayar pinalti sebesar x0 juta rupiah. Kalau sanggup atau ia sudah diterima sebagai pegawai negeri sipil, pasti x0 juta tidak ada apa-apanya. Yang tidak punya uang?, walk out a.k.a kabur.
Sayang banget ya ijazahnya?, berpikirkah dia untuk mencari pekerjaan lain cukup sulit, terlebih tanpa ijazah.

Forget it!, the big picture of my post is: why our human resources / recruitment team took our bachelor certificate??. Do you have the answer?
Mengingat mencari kerja sekarang adalah hal yang sulit, banyak pencari kerja akhirnya memutuskan untuk menerima pekerjaan yang ditawarkan dalam bentuk apapun dengan catatan yang bersangkutan bisa bekerja dan menghasilkan pendapatan demi menyambung hidup.

Bila kita mengacu pada Undang-Undang Ketenagakerjaan, sebenarnya tidak ada ketentuan yang memuat aturan tentang kewajiban pekerja atau karyawan menyimpan ijazah pada perusahaan sesuai perjanjian kedua belah pihak. Itulah mengapa akhirnya perusahaan membuat kontrak kerja yang dirasa sangat kejam bagi karyawannya, menahan ijazah sampai kontrak selesai. Apabila resign sebelum waktunya maka harus membayar nominal yang disepakati sesuai kontrak.

Menghadapi hal seperti ini adalah sebuah konflik batin. Satu sisi, ingin mendapatkan penghasilan. Sisi lainnya masih ada keraguan tentang pekerjaan yang akan dijalaninya, nyaman atau tidak ya?.
Artikel menarik dari mba Ella_zulaeha yang saya kutip: sebenarnya ijazah tidak dapat digolongkan sebagai jaminan kebendaan, akan tetapi sebagai jaminan yang lain. Sebagai benda jaminan, ijazah memiliki kekuatan, yaitu pada naskah asli ijazah yang merupakan surat otentik.

Perusahaan biasanya hanya meminta pekerjanya untuk menunjukan asli ijazahnya untuk disesuaikan dengan copy legalisir yang mereka terima dari pekerja. Fungsi ijasah sebagai jaminan yang ditahan oleh perusahaan adalah dapat dibenarkan secara hukum, yang dalam hal ini difungsikan sebagai penekan kepada karyawan agar memenuhi semua tuntutan yang diberlakukan perusahaan sebagaimana termaktub dalam perjanjian kontrak.
Nah guys oleh karena itu ijazah dapat dijadikan sebagai benda jaminan, akan tetapi hanya sebatas jaminan terhadap pekerjaan dan bukan merupakan jaminan piutang.

Satu lagi, nanti kalau memilih pekerjaan dipikir-pikir dahulu kalau perlu konsultasikan ke orang tua dan orang terdekat. Yang perlu diingat apabilan ingin mendapatkan reference, maka kita harus bekerja selama 1-2 tahun.
Oh iya ini yang paling penting, menurut pengamatan aku selama mondar-mandir ke beberapa perusahaan:
Biasanya perusahaan yang menahan ijazah karyawan entry level adalah perusahaan yang ternama (biasanya loh ya), dengan pekerjaan serius tapi gaji nya bercanda. You got it? 😛😛😛

Aku sempat meremehkan tukang siomay yang sering nongkrong di depan bank, aku tanya dengan gaya sombong & aksen sunda
“Berapa sih kang penghasilan sebulannya?”.
Kemudian si mamang siomay bilang dengan lembut, “7-8- kang, kalau rame sekitar 9”
“7 ratus kang?”, tanyaku.
“Alhamdulillah pak, 7 juta”.
Si mamang bercanda? nggak, dia serius dan tidak bohong. Seorang mamang siomay yang suka nongki di braga gajinya nggak bercanda, masa kita yang kerjanya serius gajinya bercanda. No offense.

Advertisements

17 Replies to “Kenapa ijazah ditahan HRD / Recruitment Team?”

  1. (Kerja serius gaji bercanda)
    Sedih aku mas sedih! 😭😭😭
    Iya kyanya sih yg nahan ijazah perusahaan mulitnasional gitu ya. Kantorku biasa2 aja tuh ga pernah nahan ijazah. Kantor yg sebelum2nya jg.
    Yg tentang probation, aku antara setuju atau engga sih. Setuju krn bisa direview atasan dan memperbaiki kinerja, ga setuju krn bisa ‘dibuang’ kapan aja kalo gak maksimal #eaaa

    Like

    1. Jangan sedih mba gege, nganggur lebih sedih bukan hehehe.
      Mostly sih perusahaannya seperti itu, penyebabnya pasti karena turnovernya tinggi deh.

      Kapan ya, bisa punya usaha sendiri.

      Like

    1. Ada yang bilang, gaji pedagang langsung diberikan rizkinya.
      Lalu, ada berapa pintu yang dibuka gtu kalau kita wirausaha.. Cuma ya itu, modal & mental masih kurang.

      Like

    1. Iya mba, kita kerja kan ingin nyaman. Dan kebanyakan perusahaan dengan penahanan ijazah tidak mengenal probation, jadi ya nggak ada kesempatan keluar kalau kerjaannya nggak cocok

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s