Keputusan telah dibuat – RESIGN

 

Human nature includes ways of thinking, feeling and acting that humans tend to have universally. This provides a hint as to the enormous complexity of defining the problem, is a summary of the perceptions on how human nature plays a part in an individual’s decision to take short cuts and risks.

Bulan April kemarin aku diombang-ambing perasaan yang tidak menentu mengenai karir. Jujur, aku adalah orang yang taat pada prosedur – ketika manager menyuruhku untuk melakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan prosedur, aku kan bilang “maaf pak, tidak bisa karena tidak sesuai buku pedoman” atau “maaf pak tidak ada surat edaran terbaru mengenai hal tersebut”. Karena terlalu sering seperti ini, maka aku memutuskan untuk RESIGN.

Honestly, i have no idea to dealt with him. And I dont take short cuts and put myself at risk.

Coy, kerja di bank itu ngeri-ngeri cihuy. Setiap orang berambisi untuk ke posisi yang lebih tinggi. Tapi mbok yo jangan ngelantur kalo kerja, semua ada aturannya kan!. Kalau ada pelanggaran, amit-amit fraud, ya… yuk dadah yuk byebye – paling extreme sih ditahan polisi. Orang tua dari dulu memang tidak setuju untuk bekerja di bank, karena riba dan beberapa hal lainnya.

“Wahyu nggak mau ngganggur mah, ya sekalian nunggu kesempatan lain untuk kerja di maskapai international

“Ya kalau bisa jangan di bank le.”

“Nggak apa-apa mah, kontraknya setahun aja kok”

Sejak awal bergabung di bank tempat bekerja sekarang, manager pemasaran yang paling senior ini tidak menghargai sebuah proses. Orientasinya hanya angka. Beberapa prosedur kerap dilanggar dan selalu “cuci tangan” apabila ada audit. Turun untuk membela bawahannya?, that won’t happen in 1 million years. parah. Dari 6 orang bawahannya tersisa 3 orang salah satunya aku yang berusaha tetap sabar dan tetap menjalankan prosedur.

Bulan terus berganti dan ia makin menunjukan taringnya, aku yakin kalau manager tercinta ini sangat berambisi untuk menjadi pimpinan cabang utama regional Jawa Barat. Tapi dengan cara yang dia lakukan seperti ini, sungguh tidak baik.

Keputusan mengundurkan diri adalah yang terbaik untuku, walaupun harus menunggu sampai akhir bulan ini untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Nah sekarang aku harus memilih pekerjaan yang baru:

  1. Apakah bekerja kapal pesiar international adalah pilihan terbaik ataukah
  2. Berkarir di salah satu maskapai international di Arab lebih baik?

Always be patient on the bigger decisions that are going to affect you a bit long term. Dear Allah, please give me the best.

 

Advertisements

27 Replies to “Keputusan telah dibuat – RESIGN”

  1. welcome to the reality world …
    semakin besar perusahaan akan semakin banyak intrik dan politik2nya … begitulah realitanya
    semoga tetap menjadi pribadi yang baik .. dimanapun kerjanya semoga tetap bekerja secara profesional dan amanah … aamiin

    Liked by 2 people

  2. Sepertinya ini tulisan yg di tunggu. Soalnya sya mau ambil kputusan yg sma jga. Rejeki mah udah di atur. Asal kita aj harus ad usaha untk menjeputnya ya ndak mas :)… hidup resign haha

    Like

  3. Resign bisa dibilang seperti hijrah dari lingkungan kerja yg nggak nyaman ya. Yang saya salut sih komitmen mas buat tetap lurus. Mantabbb.

    Semoga jalur karirnya dilancarkan, tapi penyimpangan2 yg disebut diatas mungkin ttp muncul juga. Stay aware 😉

    Like

  4. Papa ku juga dulu kerja di bank, tapi anaknya gak ada yang nerusin wkwk. Pilihan resign kamu keren! Moga dapet kerjaan yang lebih baik dan tentu nyaman buat kamu. Syemangats~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s