Nikmatnya Kaledo khas Palu

Sudahkah berkunjung ke kota Palu?. Ibukota propinsi sulawesi tengah yang terletak di dataran rendah ini masih berusia 35 tahun. Sebuah kota indah yang dikelilingi pantai dan gunung-gunung yang menjulang.

Sejauh yang saya ketahui, selain penerbangan dari Jakarta dan Surabaya, kita bisa menaiki pesawat tujuan Palu dari kota Balikpapan atau Makassar dengan frekuensi penerbangan yang terbatas.

Jika ingin berkunjung ke kota ini menggunakan pesawat, disarankan untuk duduk di kursi dekat jendela. Pemandangan indah akan anda lihat pada saat pesawat menurunkan ketinggian sesaat sebelum mendarat. Di sebelah kanan, kita bisa melihat gunung-gunung yang menjulang tinggi berwarna hijau kebiruan dengan awan menghiasi puncak gunung. Disebelah kiri, kita bisa melihat pantai yang sangat panjang terbentang dari utara ke selatan membentuk huruf U. Sebagai informasi sebagian besar kota ini berada di teluk Palu dan di beberapa dataran yang tidak begitu rendah kita bisa melihat pemukiman penduduk.

Setelah pesawat mendarat di bandara Mutiara SIS Al-Jufri, saya menuju sebuah hotel di sekitar jalan trans Palu-Donggala. Beruntung sekali karena saya bisa menginap di hotel yang mempunyai pemandangan teluk Palu dengan air dan langit yang masih biru. Untuk hotel, pusat berbelanja dan beberapa tempat menarik lainnya yang sering dikunjungi wisatawan umumnya berada di jalan Diponegoro, Wolter Monginsidi, Gajah Mada dan jalan Macan.

Kesempatan langka dapat mengunjungi Palu kali ini, tidak akan saya habiskan dengan berenang di pantai atau berdiam diri di hotel. Saya mau makan Kaledo.

Ada beberapa tempat makan kaledo di Kota ini. Setelah saya menggali informasi, beberapa rumah makan yang menjual kaledo di dekat hotel. Informasi yang saya dapat antara lain kaledo Stereo, kaledo Tambolaka & kaledo 87. Pilihan saya jatuh di salah satu tempat makan kaledo yang terdekat dengan hotel, Kaledo Stereo. Tidak ada transportasi umum di sini hanya ada taxi yang bisa di panggil menggunakan telepon atau menyewa mobil dari hotel per jamnya. Untuk menghemat pengeluaran, saya meminjam motor pegawai hotel yang baik hati dengan tujuan bisa berpetualang mencari Bawang Goreng oleh-oleh khas Palu.

kaledo palu
Kaledo khas Palu

Kaledo sendiri adalah sup kaki sapi, penyajiannya dengan nasi putih sama dengan sup pada umumnya. Yang membuatnya berbeda adalah kaki sapi yang ukurannya cukup besar disajikan dengan kuah asam sebagai campurannya.

Jika tidak menyukai aroma sapi yang terlalu tajam, bisa ditampahkan sedikit perasan jeruk limau.

Cara memakan kaledo menggunakan sendok, garpu dan pisau untuk memotong daging beserta lemak kenyal yang sungguh menggoyang lidah. Bagian ternikmatnya adalah menyedot sumsum berwarna putih kekuningan yang berada di dalam rongga kaki sapi dengan sedotan. Kali ini saya beruntung karena mendapatkan sumsum yang cukup banyak. Rasanya sungguh nikmat, tapi sepertinya kita harus olahraga setelah makan makanan ini. πŸ˜€

Mumpung masih muda, yuk kita berkunjung ke kota Palu dan mampir di Kaledo stereo di Jl. Diponegoro no.40, Palu.

Kaledo is real and this thing is delicious. Eat delicios food actually reduce tour stress level and make you happy. lol.

Advertisements

5 Replies to “Nikmatnya Kaledo khas Palu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s